Kamis, 21 Juni 2012

7 Teknik Pijat dan Khasiatnya

Kesehatan memang mahal harganya. Banyak orang melakukan apapun agar menjadi sehat. Berolahraga secara teratur serta mengkonsumsi buah dan sayur bisa membantu anda tetap sehat dan bugar.

Mengkonsumsi Jus buah segar setiap hari, bisa membantu anda tetap sehat dan bugar. Jus Semangka akan menyegarkan badan anda setelah beraktifitas. Namun bila anda mulai merasa letih dan capek saat melakukan aktifitas, Pijat bisa menjadi alternatif anda untuk menyegarkan badan anda.

Lalu Pijat yang bagaimana yang bisa memulihkan badan kita setelah capek beraktifitas? Berikut saya berikan informasi tentang 7 Teknik Pijat dan Khasiatnya. 7 Teknik Pijat dan Khasiatnya

1. Shiatsu

Shiatsu berasal di Cina hampir 8000 tahun yang lalu sebelum menyebar ke penjuru Asia dan kemudian ke Barat. Menurut praktek medis Cina, tubuh mengandung chi atau energi yang mengalir melalui jalur khusus yang disebut meridian.

Praktisi Shiatsu memanipulasi chi melalui titik-titik akupunktur untuk menjaga keseimbangan dalam tubuh. Shiatsu dianggap sebagai pijat terapi dan dapat digunakan untuk membantu berbagai kondisi nyeri punggung hingga gangguan mood.

"Shuiatsu dapat diberikan pada orang yang sehat. Banyak orang menggunakan shiatsu untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuhnya, baik secara fisik dan emosional," kata Anne McDermott yang telah berlatih shiatsu selama 25 tahun.

Shiatsu paling umum digunakan untuk meredakan kekakuan otot dan tulang seperti nyeri punggung dan tulang panggul, sakit kepala dan sakit akibat cedera atau pembedahan.

2. Pijat Swedia

Meskipun namanya Swedish, teknik ini sebenarnya berasal dari Belanda sebelum secara resmi dikembangkan di Swedia sekitar 200 tahun yang lalu.

Pemijatan di seluruh tubuh digunakan untuk mengurangi stres.Teknik pijat ini menggunakan kombinasi pukulan yang lama, peremasan, pemukulan melingkar dan terlihat seperti gerakan memotong dalam karate untuk meredakan ketegangan otot.

"Pijat Swedia pijat menenangkan untuk relaksasi. Banyak orang melakukannya semata untuk kesenangan," kata Catherine Boller, praktisi darei Sydney yang juga mengajar dan mempraktekkan gaya pijat lainnya.

Pijat Swedia dapat membantu siapa saja yang merasa stres atau tegang. Biasanya, dalam pemijatan ditambahkan beberapa minyak esensial untuk mempercepat dan meningkatkan relaksasi.

Pemijatan bisa berlangsung sampai satu setengah jam, sangat cocok bagi orang-orang yang merasa stres atau kelelahan dan sulit nerasa santai.

3. Pijat Remedial

Merupakan pengobatan yang spesifik ditujukan untuk otot yang tegang dan sendi yang kaku. Pijat ini dapat dilakukan pada bagian tubuh yang sakit akibat terlalu lama atau sering digunakan, trauma, posisi tubuh yang buruk, atau stres yang terlalu banyak.

Teknik ini menargetkan sendi dan otot lebih dalam, mengurangi gejala, dan menangani penyebab masalahnya. Tergantung pada sifat dan kondisinya, pijat remedial dapat diberikan dalam taraf lembut atau kuat.

Remedial juga dapat digunakan untuk membantu fisioterapi atau osteopati menghilangkan trauma nyeri seperti akibat kecelakaan mobil.

4. Drainase limfatik

Pijat ini digunakan untuk mengobati penyumbatan cairan sistem getah bening. Dengan sentuhan ringan, terapi drainase limfatik menargetkan wilayah tertentu dan membantu pergeseran cairan getah bening dari daerah yang bengkak.

Pemijatan dilakukan dengan cara gerakan yang lambat dan berulang pada daerah yang terkena tanpa menggunakan minyak atau lotion

Boller melihat sejumlah pasien mengalami penyumbatan kelenjar getah setelah operasi serta wanita hamil yang mengalami pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki. Namun menurutnya, drainase limfatik juga dapat digunakan untuk sejumlah kondisi seperti hidung mampet dan jerawat.

"Anda dapat menggunakannya untuk kondisi apa pun, di mana saja di mana terdapat peradangan di dalam tubuh," kata Boller.

5. Refleksologi

Refleksologi menggunakan tekanan di tangan, kaki dan telinga untuk membantu mengurangi masalah di bagian lain pada tubuh. Dalam refleksologi, tubuh dibagi menjadi 10 zona yang terhubung dengan telinga, kaki, dan tangan.

"Ketika melakukan teknik refleksologi dengan ibu jari, organ atau jaringan lain di bagian yang terhubung akan terangsang," kata pakar reflexologi dari Sydney, Lucy Campbell.

Menurut Campbell, metode ini baik digunakan untuk orang-orang yang mengalami penyakit lemahnya sistem kekebalan tubuh seperti HIV / AIDS atau kanker. Refleksiologi dapat membantu pasien memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.

Beberapa pasien Campbell datang untuk relaksasi karena merasa stres dan tidak dapat tidur dengan nyenyak. Selain itu, metode ini sesuai orang-orang yang tidak nyaman untuk melepas pakaiannya ketika dipijat.

6. Ayurveda

Ayurveda adalah pengobatan tradisional India. Ayur berarti kehidupan dan veda berarti pengetahuan. Dalam pijat ayurveda, sejumlah besar minyak ramuan hangat digosok pada tubuh oleh satu hingga empat praktisi Ayurveda.

Berbagai minyak berbeda digunakan sesuai dengan kondisi pasien. Dalam Ayurveda, terdapat 107 titik marma atau energi vital yang dirangsang dengan berbagai cara untuk meningkatkan aliran energi di sekitar tubuh.

Ayurveda dapat membantu orang dengan tingkat energi yang rendah, kualitas tidur yang buruk, tekanan darah tinggi, atau masalah berat badan. Menurut seorang spesialis Ayurveda, Dr. Shaun Matthews, banyak orang menggunakan teknik pijat ini untuk melengkapi kesehatannya secara keseluruhan.

"Saya melihat banyak orang yang sangat sakit serta ada juga orang sehat, tetapi hanya ingin memperbaiki kesehatan mereka yang sudah cukup baik," kata Dr. Matthews.

7. Pijat Olahraga

Pijat olahraga secara khusus digunakan untuk mengobati cedera dan keseleo dan terkadang dapat menyakitkan. Teknik ini bekerja dengan cara menghilangkan tekanan dan ketegangan yang terjadi pada jaringan lunak dan otot selama aktivitas fisik.

Teknik pijat olahraga bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan daya tahan seseorang serta meminimalkan kemungkinan cedera.

Pijat ini dirancang untuk meringankan dan mencegah kondisi yang diakibatkan olahraga, dari pembengkakan dan ketegangan otot hingga otot keselo atau terpelintir. Pemijatan ini dapat dilakukan sebelum, selama atau setelah latihan.

Pemijatan ini bermanfaat bagi siapapun yang aktif secara fisik sepeti atlet profesional. Tetapi pijat olahraga juga dapat membantu orang yang melakukan latihan rutin, dari pemain sepakbola hingga pegolf amatir.

Diposkan oleh Ivin November 24‚ 2011

Rabu, 13 Juni 2012

Melinda "cinta satu malam" @salus

3 Tahun Salus Shiatsu

Di bulan Juni tahun2012 ini Salus Shiatsu genap berusia 3 Tahun. syukur alhamdulilah kami bisa seperti sekarang ini dengan usaha dan kerjasama rekan rekan serta dukungan para pelanggan salus dan warga kota Semarang, sehingga salus dapat melewati halangan dan rintangan yang setiap saat datang mendera. Kami berharap, di ultah yg ke-3 ini kedepannya salus akan semakin maju, menjadi lebih besar dan melebarkan sayapnya untuk dapat melayani seluruh pelanggan setianya. Teriring doa kami semoga kita semua diberkahi dan diberikan kelancaran rejeki serta dimudahkan segala urusan. amien.

Senin, 11 Juni 2012

Senin, 19 Desember 2011

Kamis, 15 September 2011

Bekam



Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia [1] dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.[2].

“Cupping used to : drain excess fluids and toxins, loosen adhesions and lift connective tissue, bring blood flow to stagnant skin and muscles and stimulate the peripheral nervous system”[3].

Dengan melakukan penghisapan/vakum maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) dan toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.[4].

Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa bekam bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan : (1) sistem kekebalan tubuh, (2)Pengeluaran Enkefalin,(3)Pelepasan neurotransmiter, (4) Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah serta (5) “the gates for pain” pada Sistim Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensasi rasa nyeri.[5]

Apabila dilakukan pembekaman pada titik bekam, maka akan terjadi kerusakan mast cell dan lain-lain pada kulit, jaringan bawah kulit ( sub kutis), fascia dan ototnya. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa mediator seperti serotonin, histamine, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.[6]

Bekam adalah satu teknik pengobatan menggunakan sarana gelas, tabung, atau bambu yang prosesnya di awali dengan melakukan pengekopan (membuat tekanan negatif dalam gelas, tabung, atau bambu) sehingga menimbulkan bendungan lokal di permukaan kulit dengan tujuan agar sirkulasi energi Qi[7] dan Xue meningkat, menimbulkan efek analgetik, anti bengkak, mengusir patogen angin dingin maupun angin lembab, mengeluarkan racun, serta oxidant dalam tubuh. Pada teknik bekam basah, setelah terjadi bendungan lokal, terapis lanjutkan prosesnya dengan penyayatan permukaan kulit memakai pisau bedah atau penusukan jarum bekam agar darah kotor bisa dikeluarkan. [8]

Penelitian lain menunjukkan bekam pada titik tertentu dapat menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spinothalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsang lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri.[9]

Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.[10].

Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dijelaskan dalam hadist Bukhari :

Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda : "Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas." (Hadist Bukhari)

Sejarah

Hijamah/bekam/cupping/Blood letting/kop/chantuk dan banyak istilah lainnya sudah dikenal sejak zaman dulu, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir, Saba, dan Persia. Pada zaman Rasulullah, beliau menggunakan kaca berupa cawan atau mangkuk tinggi.

Pada zaman China kuno mereka menyebut hijamah sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk menggantikan kaca. Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah), orang-orang di Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk hijamah. Pada satu masa, 40 juta lintah diimpor ke negara Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu dilaparkan tanpa diberi makan. Jadi bila disangkutkan pada tubuh manusia, dia akan terus menghisap darah tadi dengan efektif. Setelah kenyang, ia tidak berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri upacara hijamahnya.

Seorang herbalis Ge Hong (281-341 M) dalam bukunya A Handbook of Prescriptions for Emergencies menggunakan tanduk hewan untuk membekam/mengeluarkan bisul yang disebut tehnik “jiaofa”, sedangkan di masa Dinasti Tang, bekam dipakai untuk mengobati TBC paru-paru . Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah) , orang-orang di Eropa menggunakan lintah (al ‘alaq) sebagai alat untuk bekam (dikenal dengan istilah Leech Therapy) dan masih dipraktekkan sampai dengan sekarang. [11].

Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif.Disebutkan oleh Curtis N, J (2005), dalam artikel Management of Urinary tract Infections: historical perspective and current strategies: Part 1-before antibiotics. Journal of Urology. 173(1):21-26, January 2005. Bahwa catatan Textbook Kedokteran tertua Ebers Papyrus yang ditulis sekitar tahun 1550 SM di Mesir kuno menyebutkan masalah Bekam. [12].

Hippocrates (460-377 SM), Celsus (53 SM-7 M), Aulus Cornelius Galen (200-300 M) memopulerkan cara pembuangan secara langsung dari pembuluh darah untuk pengobatan di zamannya. Dalam melakukan tehnik pengobatan tersebut, jumlah darah yang keluar cukup banyak, sehingga tidak jarang pasien pingsan. Cara ini juga sering digunakan oleh orang Romawi, Yunani, Byzantium dan Itali oleh para rahib yang meyakini akan keberhasilan dan khasiatnya.[13].

Kapan Hijamah dikenal dan berkembang di Indonesia?

Tidak ada catatan resmi mengenai kapan metode ini masuk ke Indonesia, diduga kuat pengobatan ini masuk seiring dengan masuknya para pedagang Gujarat dan Arab yang menyebarkan agama Islam.[14].

Metode ini dulu banyak dipraktekkan oleh para kyai dan santri yang mempelajarinya dari “kitab kuning” dengan tehnik yang sangat sederhana yakni menggunakan api dari kain/kapas/kertas yang dibakar untuk kemudian ditutup secepatnya dengan gelas/bekas botol. Waktu itu banyak dimanfaatkan untuk mengobati keluhan sakit/pegal-pega di badan, dan sakit kepala atau yang dikenal dengan istilah “masuk angin”.[15].

Tren pengobatan ini kembali berkembang pesat di Indonesia sejak tahun 90-an terutama dibawa oleh para mahasiswa/pekerja Indonesia yang pernah belajar di Malaysia, India dan Timur Tengah. Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang higienis, praktis dan efektif.[16].
[sunting] Jenis bekam

Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah), yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari. Prinsip dasar penggunaan bekam kering menurut TCM teknik sedasi/pelemahan dan pengeluaran pathogen yang berlebih/ekses. Unsur yang dikeluarkan dalam bekam kering adalah: Qi/energy , angin, panas dan Api. Teknik ini sangat bagus untuk menangani sindrom Re/Panas tipe Defisien.[17]

Bekam basah (Hijamah Rothbah), yaitu pertama kita melakukan bekam kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam (lancet), lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, lalu dibuang darah kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih. Dan selama 3 jam setelah di-bekam, kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang sama adalah 3 minggu sahaja. Menurut Tradisional Chinese Medicine ( TCM ) Bekam basah adalah teknik sedasi/pelemahan dan pengeluaran pathogen yang berlebih/ekses. Unsur yang dikeluarkan dalam bekam basah adalah: Qi/energy, Xue/darah , Angin, panas dan Api. Teknik ini sangat bagus untuk menangani sindrom Re / Panas Ekses.[18]

Bekam Api (Fire Cupping), yaitu teknik membekam menggunakan api sebagai media pemvakum/membekam. Bekam api menggunakan gelas khusus bekam api yang terbuat dari kaca tebal. Bekam Api berkembang luas di CIna sebagai teknik pengobatan yang banyak sekali digunakan selain akupuntur. Konsep TCM menyatakan bahwa bekam api digunakan untuk mengeluarkan patogen angin dan dingin. Bagi tipikal pasien yang mengalami sindrom panas dan kering (Sindrom Re)tidak dianjurkan menggunakan bekam api.[19]

[sunting] Waktu berbekam

Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan [20], karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak). Anas bin Malik radhiallaahu 'anhu menceritakan bahwa : "Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Ia melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau keduapuluhsatu." (Diriwayatkan oleh Ahmad).

Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa saja ketika diperlukan.

Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya. 1. Dari Abu Hurairah radhiallaahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani) 2. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallaahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/204)) 3. Dari Anas bin Malik radhiallaahu 'anhu, dia bercerita: ” Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Ia biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih) 4. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))

Ibnu Sina di dalam kitabnya Al-Qaanun mengatakan : “Diperintahkan untuk tidak berbekam di awal bulan karena cairan-cairan tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal, dan tidak diakhir bulan karena bisa jadi cairan-cairan tubuh mengalami pengurangan. Oleh karena itu diperintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena bertambahnya cahaya di bulan”.[21]
[sunting] Cara bekam

Cara melakukan Bekam :[22]

1. Mempersiapkan semua peralatan yang sudah disterilkan dengan alat sterilisator standar.

2. Mulai dengan do’a dan mensterilkan bagian tubuh yang akan dibekam dengan desinfektan (misalnya. Iodin)

3. Dilanjutkan dengan penghisapan kulit menggunakan “kop/gelas” bekam, kekuatan penghisapan pada setiap pasien berbeda-beda. Lama penghisapan selama 5 menit, tindakan ini sekaligus berfungsi sebagai Anestesi (pembiusan) lokal. Diutamakan mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan dan jangan melakukan penghisapan lebih dari 4 titik bekam sekaligus.

4. Dengan menggunakan pisau bedah standar kemudian dilakukan syartoh /penyayatan (jumlah sayatan 5-15 untuk satu titik tergantung diameter kop yang dipakai, panjang sayatan 0,3-0,5 cm, tipis dan tidak boleh terlalu dalam, dilakukan sejajar dengan garis tubuh). Salahsatu tanda bahwa sayatannya baik adalah sesaat setelah disayat, kulit tidak mengeluarkan darah akan tetapi setelah disedot dengan alat maka darahnya baru keluar.

5. Lakukan penghisapan kembali dan biarkan “darah kotor” mengalir di dalam kop selama 5 menit.

6. Bersihkan dan buang darah yang tertampung dalam kop dan jika perlu bisa lakukan penghisapan ulang seperti tadi. Tidak boleh dilakukan pengulangan sayatan.

7. Bersihkan bekas luka dan oleskan minyak habbatus sauda yang steril. Umumnya bekas bekam akan hilang setelah 2-5 hari.

8. Ucapkan Alhamdulillah dan rasakan keajaiban “mukjizat” medis bekam.

9. Setiap pasien dianjurkan untuk memiliki alat bekam sendiri. Kop/alat bekam tidak boleh digunakan untuk pasien lain pada penderita hepatitis, ODHA, dan penyakit menular lainnya.

Ada sekitar 12 titik utama yang disebutkan dalam hadits, selebihnya merupakan pengembangan dari itu. Beberapa ahli bekam juga menggunakan titik akupuntur untuk dilakukan pembekaman sedangkan yang lainnya menggunakan pendekatan anatomi organ tubuh dan patofisiologis suatu penyakit.

Bagian tubuh yang dibekam di antaranya adalah Titik di kepala (Ummu Mughits, Qomahduwah, Yafukh, Hammah, dzuqn, udzun), Leher dan punggung (Kaahil, al-akhda’ain, alkatifain, naqroh,munkib), kaki (Wirk, Fakhd, Zhohrul qodam, iltiwa’) dan lain sebagainya. [23]

Penyakit apa saja yang dapat diobati dengan bekam?

Thomas W. Anderson telah menulis sebuah buku berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Methode. Beberapa di antara penyakit yang berespon cukup baik dengan Terapi bekam adalah Hipertensi, hiperuricemia (Gout/Pirai), hiperkolesterolemia, stroke [24], parkinson, epilepsy, migrain, vertigo, gagal ginjal, varises, wasir (hemoroid), dan semua keluhan sakit (rematik, ischialgia/sciatica, nyeri pinggang bawah), penyakit darah (leukemia, thalasemia), tinnitus, asma, alergi, penyakit sistim imun (SLE, HIV), infeksi (Hepatitis, elefantiasis), Glaukoma, Insomnia, enuresis/mengompol, mania, skizofren dan trans (gangguan sihir/jin), dll. Begitu juga bekam untuk kesuburan (fertilitas) dan kecantikan (menghilangkan jerawat, komedo, vitiligo, menurunkan berat badan, dll).[25]

Apakah terdapat kontraindikasi efek samping yang terjadi akibat bekam? Orang dalam kondisi seperti apa yang tidak boleh dibekam?

Pada beberapa kasus dimana syarat pembekaman kurang terpenuhi, kadang-kadang muncul efek samping berupa mual/muntah (jika terlalu dekat jaraknya dengan makan/<2jam setelah makan), lemas (jika pembekaman terlalu banyak titik), keluarnya bula/gelembung (jika pembekaman terlalu lama dan kekuatan pompa terlalu kuat). Adapun jika dilakukan sesuai “aturan main” maka efek samping tersebut jarang sekali terjadi.

Orang yang ditunda pembekamannya adalah : Wanita hamil (pada daerah perut dan punggung bawah), wanita menstruasi dan nifas, orang yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, sedang cuci darah, baru melakukan donor darah, penderita dengan kondisi yang sangat lemah dan tekanan darah sangat rendah, serta orang yang sedang kelaparan/kenyang/gugup (fobia).[26]

Siapa saja yang boleh dibekam? Dan kisaran usia berapa?

Semua orang bisa dibekam pada kisaran umur 4 tahun keatas, yang penting pasiennya bisa kooperatif. Pada orang tua yang sudah renta, ibu hamil dan anak-anak pembekaman dilakukan dengan hati-hati, dengan sayatan yang tipis, tekanan kop yang ringan dan titik bekam yang terbatas.[27]
[sunting] Tips memilih tempat bekam

Bagaimana tips yang baik dalam memilih terapi bekam?

1. Pilihlah Terapis bekam yang bersertifikat dan diutamakan memiliki pendidikan/pengetahuan medis yang cukup

2. Pastikan Terapis tersebut memiliki peralatan standar sterilisasi (sterilisator) yang memadai

3. Menggunakan peralatan medis standar (hanscon, masker, pisau bedah, kassa steril, dll) Hindari penggunaan silet, cutter, kaca, tissue gulung, kapas, atau kop berupa tanduk, bambu dan gelas biasa. Dalam prakteknya Rosulullah menggunakan metode syartoh (sayatan) ketika berbekam. [28]

Bekam di Dunia Barat

Seiring dengan bertambahnya pasien yang dengan izin Allah Ta’ala sembuh dan terbebas dari penyakitnya melalui bekam maka semakin banyak pula bermunculan Terapis Hijamah dari “Barat” yang menggunakan metode Cupping Therapy maupun metode Lintah (Leech Therapy) untuk mengobati berbagai macam penyakit, mereka juga menuliskannya dalam berbagai artikel, buku dan publikasi lainnya:[29]